Showing posts with label trip. Show all posts
Showing posts with label trip. Show all posts

Sunday, 7 July 2019

Voyage to Suluban Beach

A (not so) sunset session by the beach
Last time I went to Bali was in 2017 when my office sent me to a workshop program somewhere in the middle of Legian's hassle. Going there again was never an option since the fares of domestic flight have increased up to the top limit and we're charged for checked baggages. For someone who would fly mostly for leisure, I wouldn't pay such amount to fly let alone for the baggages. But it's been two years and I have never missed Bali this much, thus I decided to book a return flight there two weeks ago.

Bali was unusually chilly at that time. Australia's winter apparently brought cold weather to the surface of Bali. This is new but this is ... perfect. I swear there's nothing more lovely than being here on sunny days when the temperature dropped below normal. It reminds me much about spring in Holland (without the canals of course).

This narrow gap below the cavern leads our way to the coast

SULUBAN BEACH
After having a late lunch in Nasi Ayam Bu Mangku, we made a trip to the seaside to watch the sun sets. Torn between going to Seminyak or Suluban, I chose the latter because: 1) By weekend  Seminyak would be too crowded, I don't like crowds; 2) I have never been to Suluban before, so Suluban it is.
No angry tides here at the coastline as the reefs broke the waves from afar, I guess this makes Suluban a children-friendly beach
Suluban beach is located near Uluwatu, South Kuta. Taking the same route heading to the famous Uluwatu Temple, it took us an hour and couple minutes bike-ride from Seminyak to reach the beach. This place is --how do I say this?-- magically, peacefully, hidden behind its neighboring cramped tourist spots such as Uluwatu Temple and defeaning fancy bars standing on the top of the rock. No ticket required here for as long as I can remember, I only paid 5000 Rupiah for parking fee. Bad news: the beach is located quite far below the parking ground. Good news: they have stairs there. We need to go down the cliff by the stairs for about 10 minutes walk. Going down is easy, but if you have some breathing issues, going up is something you need to think deliberately because it'll be a wee bit more challenging than it seems to be. No pain, no gain, huh?

Limestone formations along the coast
Suluban beach sits like a surprise to us who's willing to 'unfold' the cliff face. At the edge of the stairs lies narrow gap where I could snoop the beautiful sky and overhear sound of the waves. As we reached bottom level of the cavern, I noticed that this shady spot is a perfect shelter to those who didn't want their skin be exposed by Bali's scorching heat (Sun can be pretty intimidating here!).

The coastline wasn't as long as beaches in Seminyak's but it's more quiet here and that made a good deal to me. From far I enjoyed the view of pro surfers cruising giant waves back and forth. It made me jealous to see how easy it seemed to them ripping curled stream as if they're dancing on the floor. Girl, I can't even dance properly. But I can walk on the shore with a sight of wonderful sunset scenes on a reasonably warm afternoon with person I love to be around with.

After a short (but quite challenging) walk, we agreed to pay a visit to a place on the top side of the cavern. I insisted on going to Single Fin because I've been there before and I thought it's a good choice. But someone spared me a better option. Up and up we hiked the cliff then roamed the alleyway packed with cafes and shops owned by locals. It's bitter to see how empty and deserted the shops and cafes were but I guess it was natural when Instagram-friendly places like Single Fin started to flourish the market. Not too long after the alleyway walk, we reached the end of the cliff. There it was, a cafe named 'Edge'.
The view we got from above
The place is literally on the edge of the cliff where best view of vast South Bali's sea served. The bartender (except he didn't quite formulate drinks behind the bar, but still ...) sold cheap beers and soft drinks and chips (Happytos! because we bought one! it's the only snack they had there hahaha), he also was loud and basically talked to everyone. His voice and laughter raced with intense upbeating sound came from EDM playlist he set in the cafe. Eventhough it's weekend, the cafe wasn't so stuffed thus we were lucky enough to secured hot seats facing directly to the sea. I'm not gonna lie, the view was 95% better from where I sat at that time. From above, I could see clear water became teal, turqoise-y and gradually sunk in cobalt blue. To be honest, I enjoyed this combination of staring scenic view, chugging cheap drink, and listening to white noise behind at once. It's sweet and serene at the same time.

What a time to be alive. I'll be back for shore! :D

Sunday, 2 July 2017

Euro Trip (Part 7) : Grüß Gott in München !

Neues Rathaus (New Town Hall) of Munchen, Bavaria's capital city. Photo by dikafajri
Hai-hai, sebelum gue cerita lebih lanjut tentang Eurotrip ini, gue mengucapkan terima kasih banyak untuk temen-temen yang masih setia menyimak catatan perjalanan yang semi-nirfaedah ini hahaha. Awalnya tujuan gue nulis cuma 1 : biar gue ga lupa, tapi seneng banget saat tau ternyata banyak temen-temen yang ngasih feedback positif untuk tulisan gue belakangan ini. Buat temen-temen yang emang berencana melakukan trip serupa, semoga tulisan gue ini membantu persiapan dan eksekusi perjalan kalian selama di Eropa ya!

Back to business, yash, sesuai janji gue kemaren .... kali ini gue bakal cerita perjalanan gue muter-muter kota Munich, kota terbesar ketiga di Jerman. Ada apa sih di Munich selain rotinya yang enak-enak dan tentu saja stadion Bayern Munchennya? Yuks disimak!

Thursday, 29 June 2017

Euro Trip (Part 6) : Salju Pertama di Innsbruck, Austria

Di Cloud 9, bar yang ada di ketinggian Nordkette. Ini fotonya bagus banget yaaaa udah kaya materi iklan Redbull hahaha. Photo by dikafajri

Goodbyes are hard, especially when it comes to Paris :( setelah beberapa hari stay in Paris~ to get away from my parents and i thought wow~ lah malah nyanyi. oke setelah beberapa hari di Paris, gue akhirnya harus pindah ke negara lain untuk memastikan trip berjalan sesuai rencana. tentu saja gue super excited dengan tujuan berikutnya karena akhirnya kalau semua sesuai dengan rencana, gue akan mencentang salah satu bucket list yang selama ini bertengger begitu saja tak pernah terjamah, yaitu .....
megang salju untuk pertama kalinya
horaaaaay! *dasar orang tropis*. gimana sih serunya megang salju untuk pertama kalinya ini? Yuk mari discroll ke bawah (~^-^)~

Tuesday, 27 June 2017

Euro Trip (Part 5) : 6 Tempat yang Harus Dikunjungi di Paris Selain Eiffel Tower


Can you not be happy in Paris? Uhm, i guess it's a nooooo~ :D

Setelah sepagian nonton channel lokal TV Prancis (yang tentu saja menggunakan bahasa Prancis) agar supaya kukuh menjadi Parisienne (halah) ternyata tiba-tiba laper menerjang. Ga punya nasi, mager karena belum mandi, akhirnya gue memutuskan untuk ngemilin abon gloria (sungguh the real parisienne ya bangun-bangun nonton TV lokal tapi ngemilnya abon sapi) untuk mengganjal perut sampai agak siangan nanti. Ternyata gue malah ngabisin sekotak sendiri (tadinya si sekotak abon ini akan jadi stok selama 11 hari ke depan, nyatanya di hari ke-dua trip udah abis aja =_=) huft. Yaudah jadi sedih deh karena satu-satunya stok makanan Indonesiaku (selain tolak angin) udah habis huhuhuhuhu. Ya kalo kalian ingin hemat dan tidak ingin lidahnya cape-cape beradaptasi dengan citarasa makanan setempat, ketauilah bahwa bawa abon, rendang keringan, dan indomie adalah koentji! Jadi jangan bawa yang kira-kira porsinya cuma nyangkut di tenggorokan doang ya. ZAD

Okelah cukup bersedih hati gara-gara abonnya abis karena hari ini kita akan bersenang-senang dengan berangkat ke beberapa tempat menarik di Paris selain Eiffel Tower. Horraaaay! Kemana kita? berikut list nya ..

Friday, 26 May 2017

Euro Trip (Part 3) : Leiden, Lisse, dan Keukenhof

Molenmuseum de Valk. Kalo kata Tripadvisor sih ini no. 1 of 64 top things to do in Leiden
Awalnya gue berencana untuk menyisipkan agenda berkunjung ke Zaanse Schans supaya bisa foto dengan latar belakang barisan windmills atau ke Rotterdam untuk liat Kubuswoningen yang unik itu.. Tapi karena waktu yang gue punya di Belanda hanya 3 hari sementara energi dan pundi-pundi euro gue terbatas, gue harus merelakan kunjungan ke Zannse Schans,  Rotterdam, serta 986.536 tempat lainnya dan menggantinya dengan kunjungan ke tempat-tempat yang lebih gue prioritaskan. Kemana kita hari ini? Hmmm mari kita simak lebih lanjut!

Saturday, 20 May 2017

Tips Memilih Akomodasi Melalui AirBnB


Memilih akomodasi terutama penginapan adalah hal unik yang memberikan sensasi tersendiri dalam sebuah perencanaan perjalanan. tricky? jelas. ribet? seringnya sih begitu :D banyaknya jenis, harga, hingga pilihan lokasi akomodasi engga jarang bikin kita puzing sendiri (atau berdua kalo travellingnya berdua #yha). rasa-rasanya pengen banget nginep di resort mevvvah agar feed instagram bisa laku tapi apadaya dompetque ternyata payah ku hanya bisa termangu.. tapi kalo nginep di hotel pun ko kayanya udah terlalu biasa ya, gitu gitu aja.. pengen ga sih ngerasain nginep di tempat yang bisa bikin kita eksplor jalan-jalan tikus yang ga pernah dilewatin turis pada umumnya, nemu hidden spots yang masih 'perawan' dari jamahan keramaian, pokonya tempat-tempat yang bisa bikin kita live like locals gitu.. nah kalo kalian cari tempat seperti ini, AirBnB adalah jawaban yang kalian cari! Aha!

Wednesday, 26 April 2017

Euro Trip 2017 (Part 1) - Belanda


hai, akhirnya di hari yang cerah ceria ini gue berhasil mengumpulkan niat untuk menuliskan cerita perjalanan liburan ke Eropa kemaren. Inginnya sih dipending sampai gue bener-bener santai dan bisa mengolahnya menjadi bola ubi hangat tulisan yang renyah tapi daripada keburu lupa dan basi, jadi mending dipost sekarang aja ya. Enjoy!

Tuesday, 27 December 2016

Jelajah Flores, Mengenal Pesona Sang Bunga

Boleh jadi daratan Nusa Tenggara adalah wilayah asing bagi saya yang hampir seluruh hidupnya dihabiskan menapak di tanah Jawa.. sampai akhirnya saya diberi kesempatan berkunjung ke bagian dari Indonesia yang selama ini tidak asing dipandang mata. Tidak asing dipandang mata? Mengapa demikian?  karena hampir setiap ulasan tempat wisata di layar kaca menempatkannya di papan atas dalam daftar destinasi liburan di Indonesia. Dimanakah tempat itu berada? Yuk simak cerita selengkapnya!

Saturday, 26 September 2015

#VisitJawaTengah : Mari Singgah ke Jawa Tengah (Part 2 - Habis)

Semarang, Solo, dan Jepara mungkin lebih akrab di telinga ketika berbicara tentang berlibur di Jawa Tengah. Tapi siapa sangka liburan ke Jawa Tengah kali ini sedikit beda dan jauh lebih seru meskipun bukan dalam rangka berlibur ke Semarang, Solo, atau Jepara. Masih semangat menyimak cerita perjalanan kami para bloggers di tanah Jawa Tengah? Mari :)

Nah, melanjutkan cerita sebelumnya, setelah santap siang di Restoran Alas Daun Purwokerto, saya dan teman-teman blogger yang lain bersama ASPPI Jawa Tengah dan Dinbudpar Jawa Tengah melanjutkan perjalanan kami menuju lokasi wisata selanjutnya. Kami bergerak ke arah timur menuju sebuah kota tentram di sebelah Purwokerto, kemana lagi kalau bukan ke ke Purbalingga! Tempat pertama yang kami datangi di Purbalingga adalah Taman Pendidikan Wisata Purbasari Pancuran Mas. Kawasan Purbasari Pancuran Mas boleh dibilang merupakan salah satu kawasan wisata pendidikan paling terpadu yang pernah saya datangi. Di kawasan ini terdapat beberapa taman tematik yaitu River World, Water Boom, Taman Burung, Planet Aquarium Toyoshuka, Wisata Air, Taman Bermain, dan Konservasi Rusa. Buat saya yang cenderung menikmati sesuatu karena sesuatu itu visually-pleasant atau enak dilihat, River World dan Taman Burung menjadi tempat favorit selama berkelana disini. Di River World sendiri, berderet akuarium dengan berbagai jenis koleksi ikan yang didatangkan dari dalam dan luar negeri. Koleksi yang paling terkenal disini adalah sebuah kolam berisikan ikan raksasa bernama Araipama gigas. Saya kira, terminologi 'raksasa' mungkin berlebihan untuk ukuran ikan, tapi ternyata .... wuaaah Araipama gigas ini benar-benar BESAAAAAAAAR SEKALIIII. Wuah, bisa jadi inilah ikan paling besar yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Ukurannya mungkin lebih besar dari badan saya. Saking besar dan kuatnya tenaga ikan ini, kolam Araipama gigas yang berasal dari Sungai Amazon ini diberi pembatas besi untuk meredam hentakan-hentakan dari ikan-ikan tersebut.

Tempat favorit yang kedua adalah taman burung! Tentu saja ini bukan taman burung pertama yang pernah saya datangi tapi disini koleksinya beda dari taman-taman burung di kawasan lain. Burung disini sangat cantik dan terawat, bahkan pengelola juga menyediakan dome raksasa untuk memberikan burung-burung yang tinggal disini kebebasan bergerak secara leluasa. Makanya burung-burung disini sepertinya lebih 'friendly' dan fresh loh :)

 • Katanya ini bebek. Iya, Bebek. Bebek paling cantik yang pernah saya lihat •

 • Si Cantik ini berteriak-teriak saat kami meninggalkan kandangnya. Sampai jumpa lain kali ya •

Hari sudah hampir petang ketika kami berpamitan dengan tour guide kami di Purbasari Pancuran Mas. Rencana bermalam di Banjarnegara membuat perjalanan harus kami lanjutkan sekarang juga. Di tengah perjalanan, Pakde Pranoto dari ASPPI Jawa Tengah bercerita panjang tentang Purbalingga yang ternyata sangat terkenal dengan produksi wig atau rambut palsu dan bulu mata palsu. Jujur, untuk hal ini, saya benar-benar baru tahu. Bahkan ada sebuah desa wisata yang hampir semua warganya memang memiliki keahlian untuk membuat rambut palsu. Industri kreatif ini memang kebanyakan masih berskala rumahan, tapi produknya yang berkualitas tinggi membuat pasar mancanegara membuka diri untuk memasarkan kreasi rambut palsu ini.


Sunday, 13 September 2015

#VisitJateng : Mari Singgah ke Jawa Tengah

Malam yang pekat masih membungkus tidur saya kali itu. Kendaraan yang dipacu bapak sopir sudah memasuki daerah minim penerangan dan pohon-pohon besar berderet menjadi barikade yang mengiring mobil ini melaju. Ketika saya buka peta digital pada handphone, titik biru menandakan keberadaan saya tinggal satu jam lagi menuju Purwokerto. Ah, sebentar lagi tiba ....

21 Agustus 2015 saya berkesempatan untuk singgah kembali ke Jawa Tengah, kali ini dengan undangan kehormatan karena saya akan jalan-jalan dengan teman-teman baru dari Asosiasi Pelaku Parisiwata Indonesia (ASPPI) Jawa Tengah, Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Tengah, dan yang paling spesial .... para pemenang Lomba Utama Blog Visit Jawa Tengah 2015. Ya, haha alhamdulillah tulisan saya tentang Karimun Jawa kemarin dinobatkan menjadi Juara Ke-3 dalam lomba tersebut. Yaay! Awalnya saya agak ragu untuk ikut trip ini mengingat rangkaian acara dimulai di hari kerja dan saya belum punya hak untuk cuti. Hiks. Tapi akhirnya saya berangkat juga :D

Sepulang kerja di hari Jumat sore, saya langsung dijemput mobil travel menuju Purwokerto. Pukul 02.30 dini hari keesokan harinya, saya dijemput oleh Mbak Ratri dan Pak Pranoto di pelataran Stasiun Purwokerto. Kantuk saya sirna segera setelah Pak Pranoto yang menyetir mobil dan Mbak Ratri yang duduk di samping kemudi mengajak saya mengobrol, tidak lupa mengantar saya menyusuri jalanan utama di Purwokerto yang tadi malam digunakan sebagai jalur Parade Seni Jawa Tengah 2015. Sayang sekali saya tidak bisa ikut bergabung menyaksikan parade besar dalam rangka Puncak Acara hari jadi Provinsi Jawa Tengah ke-65 tadi malam. Namun saya masih bisa merasakan sisa-sisa kemeriahan parade seni tersebut hanya dengan melihat spanduk-spanduk yang masih terbentang dan panggung utama yang masih berdiri megah. Setelah jalan malam singkat, kami pun beranjak ke hotel untuk istirahat dan siap berpetualang di Banyumas keesokan hari.

Sabtu pagi, saya sudah penuh berenergi! Rasanya tidak sabar dan semangat sekali untuk mulai menjelajah kesana kemari. Nah, setelah sebelumnya baru bertemu Pakde Pranoto dan Mbak Ratri, pagi ini saya bertemu dengan Mas Ari dan keluarganya, Mbak Nenny dan Dedek Bara, serta Mas Rifqy. Mereka adalah rekan-rekan blogger juara pertama dan juara kedua Lomba Utama Blog Visit Jawa Tengah 2015. Mau kemana kita? Hmmm.... Yuk simak cerita perjalanan kami berikut ini :)